Minggu, 29 November 2009

Berawal..

Berawal dari suatu pemikiran dan keadaan yang membutuhkan suatu wadah perkumpulan sepak bola dimana anak-anak yang berada di wilayah kabupaten Tangerang khususnya di wilayah kecamatan Cikupa dan wilayah di sekitarnya membutuhkan suatu wadah yang dapat menampung hasrat serta bakat mereka bermain sepak bola, maka saya dan beberapa orang rekan-rekan berusaha
memenuhi keinginan serta mewujudkan apa yang telah berkembang di tengah-tengah masyarakat. Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan-pertemuan di tempat yang berbeda-beda, maka dihasilkanlah suatu kesepakatan dibutuhkan suatu wadah perkumpulan yang dapat menampung serta mengembangkan bakat bermain sepak bola anak-anak tersebut. Pada tanggal 25 mei 2002, bertepatan pada hari Sabtu malam minggu bertempat dikomplek Pertamina jl.Buncis di rumah Bapak Firmansyah Bitung kecamatan Curug kabupaten Tangerang, berkumpulah beberapa orang yang peduli akan perkembangan sepak bola anak-anak di wilayah kabupaten Tangerang khususnya kecamatan Cikupa dan sekitarnya. Mereka antara lain Firmansyah, Dadang Sukardi, Hasan Sadikin, Sugan Riyadi, Syamsudin, Sadikin Hasan, dan Wawan alias koko serta Bambang Sutejo. Tepat pada pukul 23:00 dideklarasilanlah terbentuknya Sekolah Sepak Bola TUNAS CIKUPA RAYA dengan ketua umumnya Drs.Bambang Sutejo serta pembina-pelindung Bapak Firmansyah serta dibantu oleh rekan-rekan yang lainnya sesuai keahlian mereka masing-masing. Langkah selanjutnya kami mendaftarkan pada asosiasi sekolah sepak bola Tangerang.(ASSET) ya ng dibawah naungan Persita Tangerang. Maka dengan ini telah resmi berdiri ssb tunas cikupa dengan singkatan SSB TCR, sekaligus dimulailah tahapan kesulitan-kesulitan selanjutnya yaitu pendaftaran siswa-siswanya serta sekaligus terjun di ajang kompetisi-kompetisi yang digelar oleh ASSET dengan berbagai tingkatan kelompok usia. Pada awal tahun pertama keikutsertaan SSB TCR selalu menjadi lumbung gol ssb lain. Namun pada tahun kedua keadaan sudah mulai membaik dengan jumlah siswa yang meningkat dengan kemampuan yang lebih baik serta tidak lagi menjadi lumbung gol bagi ssb-ssb lainnya, pada tahun ini pula kami bertemu dengan tokoh sepak bola Tangerang sekaligus pengda PSSI Banten dan juga beliau adalah pemilik ssb Serpong, beliau adalah Bapak H.Nana. Beliau mengajak ssb tunas cikupa tampil di berbagai tempat dalam rangka piala Eropa 2004 Portugal, mulai dari tampil di cilandak town square hingga s0ccer six di jurang Doank. Tahun berikutnya tim ssb tunas cikupa mulai memetik hasil yang positif, tim kami mulai ada yang tampil sebagai juara baik turnamen resmi maupun yang tidak resmi(festival), pada tahun tersebut dimulai era baru bagi ssb tunas cikupa yaitu terpilihnya Didi Sudiana ikut serta dalam team Haornas Persita, sejak era tersebut anak-anak ssb tunas cikupa selalu ada yang masuk dalam team Persita junior haornas maupun suratin.
SSB tunas cikupa mulai terjun di turnamen-turnamen yang ada di Jabodetabek dari kegiatan LPSB NUSANTARA hingga ROAD TO MU. Bahkan tahun 2009 team sepak bola porkab kec cikupa yang bermaterikan 90% anak-anak ssb tunas cikupa dengan pelatihnya Hasan Sadikin menjuarai ajang porkab kabupaten Tangerang cabang sepak bola, sebagai catatan 70% materi pemainnya merupakan anak-anak yang pada tahun 2002 adalah lumbung gol team lawan, serta di team Haornas Persita 2009 yang menjuarai provinsi Banten dan regional serta berhak tampil dalam MEDCO tingkat nasional dan akhirnya meraih juara 3 MEDCO nasional. terdapat anak ssb tunas cikupa yaitu Urpan Faqih Ibrohim(gelandang serang) dan Budi Santoso(Libero). Dalam rentang waktu yang cukup lama dan panjang tersebut sudah beberapa kali terjadi pergantian ketua serta pengurus ssb tunas cikupa, yang disebabkan oleh mutasi dari kantornya untuk keluar daerah hingga pindah tempat tinggal. Ternyata dalam membina sekolah sepak bola dibutuhkan pengorbanan yang sangat besar, serta untuk menghasilkan pemain-pemain yang baik dapat berimbas pada team sepak bola yang baik dibutuhkan waktu yang sangat lama dengan sistem kompetisi yang berjenjang untuk semua tingkatan usia. Pemaparan diatas merupakan pengalaman penulis sebagai pembina ssb tunas cikupa yang mempunyai cita-cita ingin melihat sepak bola Cikupa Tangerang dan khususnya sepak bola INDONESIA agar lebih maju dan berprestasi ditingkat nasional serta Internasional.



**Dadang sukardi